mestikah aku rabakan darah
untukmu yang mengalir dari saluran
tak henti atas nama kekuasaan.
mestikah aku bukakan mata
untukmu agar tersaksikan ratusan
juta nyawa dilipat senapan di camp-camp
pengungsi-bahkan dirumah sepi dalam ruang kematian.
mestikah aku hapus negeri ini di hati
tersebab ngeri-pilu masa lalu membekam di jiwa
tak mau pergi-walau dihukum mati.
mestikah aku mengajarimu Alif Lam Mim
sementara kau masih punya waktu memberi
arti kepada yang sia-sia merelakan nyawa
(berapa harga kelicikanmu mesti kubeli).
Banda Aceh, 2000
{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar