anak
panah tertancap
dalam bunga api. Penglihatan menyandera
jiwa. Rasa terpenjara di beku senyummu
(Tuhan, jangan butakan mata-hatiku).
Padangpanjang, 1999
Penulis, Penyair, Sutradara teater, dan Pimpinan Komunitas Seni Kuflet Padangpanjang, serta dosen tetap jurusan Seni Teater ISI Padangpanjang.
Diposting oleh Unknown on Minggu, 17 November 2013
2010 All Rights Reserved Sulaiman Juned.
Wordpress by Chris Pearson - Blogger by Belajar SEO Blogspot
{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar