Diposting oleh Unknown on Minggu, 17 November 2013

SURAT
                                -bagi Titin Istriku

(bagi bulan menanti matahari

dalam rindu-kangen tak berbatas).


dik, ini surat kutulis

biar kau tahu kesetiaanpun harus di beli

di sini siapa peduli pada rasa

tergagap mengucapkan kata

di sini siapa peduli pada hati

terbius aroma menggigilkan

di sini siapa peduli pada jiwa

terbungkus kabut rahasia

di sini siapa peduli pada kita

sunyi-sepi dalam keramaian

ketika membayang wajahmu

wajah kenangan. Lepaskan aku pergi

dengan segala puja bernama doa

wajah keikhlasan. Lepaskan aku pergi

dengan segala petuah bernama cinta

apalagi membayang saat bersama

meniti hari bernama kedamaian.


dik, ini kutulis-ejakan nyanyian luka

sedang di luar kabut mengental. Menyusup nadi

bergantung di pucuk hati. Mengurung samudera pikiran

kemana tuangkan duka-tumpahkan gelisah

hingga gerimis tempias ke pipi;

o, hati yang resah bersabarlah

pucuk angin pasti membelai dada

o, hati yang gundah bersabarlah

sebentar lagi sabit pasti purnama

(menjemput segala senyum di kening bulan).

Padangpanjang, 1997

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar