titip sekian rindu. Siapa melewati
Seulawah masihkah bilik para datu
mengalirkan air kasih-Nya. Leluhur
membasuh dada bujang agar mampu menjalani
kerasnya hidup. Anak sampan belum siap
memutar haluan walau zikir sebaya sesekali
terdengar sayub. Biarkan dulu aku di sini menjaring
mimpi-mimpi yang pasti-bawa pulang buat anak
istri. Pergi ditepungtawari datu dengan doa-pulang
memandang luka memborok dalam kalbu.
Padang-Solo, 2005
{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar