MAK:
PUISI INI KUTULIS
SETELAH KEMATIAN ABI
mak,
sepuluh tahun kesepian menyeri di hati
lelaki yang sering duduk bersimpuh
sambil memilin rokok daun di rangkang. Kita
tak lagi menikmati omelan dan petuahnya.
mak,
suluh di tangan semakin meredup
sendiri berjalan dalam senja
mengalirkan air bagi anak-cucu-cicit
kita pun menunggu giliran-Tuhan
tentukan waktu.
mak,
sepanjang usia melekat di jiwa
ada angin tertinggal ditumpukan
kadang meruncing menembus dada
bila mengingat peristiwa lalu. Sepanjang
usia melambai dalam nyawa-rindu menusuk
menyiksa. Bersama kita ziarahi pusara-bersihkan
hati dari luka. Alirkan doa agar tak tersiksa
-damailah disisi-Nya, Abi!
Aceh, 2000
Catatan: Abi (bahasa Aceh) = Ayah atau
bapak.
{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar