PULANG

Diposting oleh Unknown on Minggu, 17 November 2013



                                                                 -bagi penyair Mustafa Ismail

sudah waktunya kita pulang. Mengetuk

pintu menata pekarangan rumah dengan cinta

gerimis masih mengurung perjalanan.


sudah waktunya kita pulang. Mengusir

pipit sedang makan padi muda agar tak menghitung

nama-nama di koran pagi dalam warung kopi. Lalu

menggantikan dengan pertunjukan seudati selepas panen.


sudah waktunya kita pulang. Rakyat

di kampung menjawab keraguan sendirian. Kita

harus menggantikan warna hitam jadi putih antar ke pintu surga

(mari jemput waktu agar abadi segala kisah).
Padang, 2001

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar