SAWAHLUNTO ERAT SEKEJAB

Diposting oleh Unknown on Minggu, 17 November 2013



sekejab larut di lembah-bukit memanjang

jauh. Semakin remang sayap malam

seperti kembali ke masa lalu

warisan sejarah abadi terjaga di perut kota;

lubang tambang batu bara

arsitektur kuno bernilai sejarah

lorong panjang meninggalkan

catatan tradisi keragaman budaya

melahirkan jejak perjuangan

hidup kuli-kuli tambang-tragis

penuh tragedi. Mereka adalah pahlawan.


sekejab larut di gerbang kota

lembah-bukit erat menyambut memanjang

jauh. Lepas tak lepas menatap lekat wajah kota

membayang perjalanan masa silam

rindu belum lagi mau sembuh

menyaksikan peninggalan sejarah

kota tambang-memasuki masjid agung

bekas gudang mesiu. Patung pekerja saksi

bisu. Angin lembut semilir turun

menari-nari di atap rumah

mengantar ke pucuk kenangan.


sekejab larut di lereng lembah-bukit memanjang

jauh. Silungkang menebar senyum kepada

pendatang. Selamat datang cinta

di sini ada songket di tenun jemari lentik

rasa hendak berpeluk erat tak mau pergi

dekapkan aku wahai kota yang dikalungi kawat

berduri ditubuhnya sejak abad dua puluhan.


sekejab bersamamu-semakin remang sayab malam

menyapu kota mungil jiwa berganyut. Sayub

terdengar tembang ninabobok menidurkan buyung di halaman

harum bunga kopi mengantar mimpi ke pintu surga

lembah-bukit memanjang jauh-izinkan aku sebentar

di sini merubah sabit jadi purnama.

Sawahlunto, 2002

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar