JAKARTA

Diposting oleh Unknown on Minggu, 17 November 2013



terkurung keramaian Jakarta

mengepul asap di hati jadi api

aku ingat kampung; masa kecil yang indah

selepas ngaji. Membaca hikayat prang sabi

memaknai penyerahan diri-merindui Allah.

Masa remaja penuh gairah; memilih rumah tempat berteduh

membawa pulang mawar-membagi keluh

kesah. Bercermin pada kesetiaan Adam-Hawa

(terasa hidup tak ingin cepat kumati).


terkurung keramaian Jakarta

mengepul asap di hati jadi api

aku menyaksikan; badut-badut mempertontonkan gelisah

di gedung ber-AC tapi gerah-bermuara pada dendam

melemparkan bara jadi ambisi tak terkendali

(nurani tersimpan di kantong jas sapari).

Jakarta, 1999

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar