MAK: PUISI INI KUTULIS SETELAH KEMATIAN ABI

Diposting oleh Unknown on Minggu, 17 November 2013




mak,

sepuluh tahun kesepian menyeri di hati

lelaki yang sering duduk bersimpuh

sambil memilin rokok daun di rangkang. Kita

tak lagi menikmati omelan dan petuahnya.


mak,

suluh di tangan semakin meredup

sendiri berjalan dalam senja

mengalirkan air bagi anak-cucu-cicit

kita pun menunggu giliran-Tuhan

tentukan waktu.


mak,

sepanjang usia melekat di jiwa

ada angin tertinggal ditumpukan

kadang meruncing menembus dada

bila mengingat peristiwa lalu. Sepanjang

usia melambai dalam nyawa-rindu menusuk

menyiksa. Bersama kita ziarahi pusara-bersihkan

hati dari luka. Alirkan doa agar tak tersiksa

-damailah disisi-Nya, Abi!

Aceh, 2000

Catatan: Abi (bahasa Aceh) = Ayah atau bapak.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar