itu lilin tetap kupasang
walau tak ada yang meniup. Untuk
mengenang saja. Sesekali menghadap kaca
melihat diri renta dalam perjuangan musim
senasib dengan negeriku hamil tua
dirasuki roh jahat gugur dipersimpangan
(Tuhan! Mungkin aku terlalu rindu).
itu lilin tetap kupasang
walau tak ada yang meniup. Untuk
mengenang saja. Membaca hati sepi sendiri
di rantau jauh dari kekasih-ada yang hilang
meja makan sunyi berdebu-pot tak terisi kembang
yang paling nyeri kurindu; aku kehilangan rengek dan omelanmu.
Padang, 1999
{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar