mak
sampai juga waktu menjemput
di penghujung ramadhan-subuh
yang hening melepas kau pulang
walau getir terasa menusuk-nusuk
antar kepergianmu dengan zikir dan doa.
mak
sampai juga waktu menjemput
Tuhan sudah tentukan-siapapun menunggu
giliran. Yang paling nyeri-kurindu
ketika pakaian kebesaran lengket di badan
berkat ikat pinggang pemberianmu. Diam-diam
engkau menghadap-Nya
aku belum sempat memberikan ini jiwa-menghargai
sakitnya air susu yang kau berikan-yang lebih teriris
pedih-aku tak bersama menjalankan tradisi mengenangmu
(kutumpahkan senyum walau gerimis tempias ke pipi).
Solo, 2006
{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar