LANSKAP HATI 2

Diposting oleh Unknown on Senin, 18 November 2013



rentak tari guel hilang di sunyi

malam. Tepuk didong tenggelam di senyap Laut Tawar

sebuku tenggelam pilu di dada pengembara. Di rantau

aku mencium harum renggali mengurung ruang

kepala. Aku menyaksikan Bensu Puteri berkecipak

di kolam tenang memanggil Malem Dewa

pulang kembali ke kamar cinta

(biarkan sebentar aku di sini menggali hati).


orang-orang di sini berkelahi bersama ombak

biarkan sebentar aku semedi menyucikan kalbu.

Solo, 2006
More aboutLANSKAP HATI 2

PERCUMA

Diposting oleh Unknown



percuma

membingkai hati. Andai pikiran

terkurung rahasia debu-mengeruh jauh

nurani mengumpal dengki dendam.


percuma

merenda hati. Andai perahu

terbuat atas nama kemarahan

mencipta topeng-melahirkan jiwa

pengecut jadi pahlawan

(kita adalah boneka dimainkan mimpi).

Solo, 2006

More aboutPERCUMA

MAK: 360 HARI KEPERGIANMU

Diposting oleh Unknown




mak

sampai juga waktu menjemput

di penghujung ramadhan-subuh

yang hening melepas kau pulang

walau getir terasa menusuk-nusuk

antar kepergianmu dengan zikir dan doa.


mak

sampai juga waktu menjemput

Tuhan sudah tentukan-siapapun menunggu

giliran. Yang paling nyeri-kurindu

ketika pakaian kebesaran lengket di badan

berkat ikat pinggang pemberianmu. Diam-diam

engkau menghadap-Nya

aku belum sempat memberikan ini jiwa-menghargai

sakitnya air susu yang kau berikan-yang lebih teriris

pedih-aku tak bersama menjalankan tradisi mengenangmu

(kutumpahkan senyum walau gerimis tempias ke pipi).

Solo, 2006

More aboutMAK: 360 HARI KEPERGIANMU

DIALOG

Diposting oleh Unknown




siapa

menitip luka-dendam tersisa.

Solo, 2006

More aboutDIALOG

MAK: BULANKU HILANG

Diposting oleh Unknown




demokrasi itu apa?

“kita bagi kacang harus adil”


keadilan itu apa?

“ketika kantong pribadi tebal”


ketebalan itu apa?

“ketika kekuasaan itu kebal”


kekuasaan itu apa?

“ketika yang kuat menginjak tengkuk si miskin”


(Mak! Bulanku hilang-bulanku terbang).

Solo, 2006

More aboutMAK: BULANKU HILANG

POTRET DIRI

Diposting oleh Unknown


                                                -dari rantau kuziarahi makammu; mak.

entah dengan apa dapat melukiskan

kesetiaan. Bahasa yang bagaimana mampu

melahirkan sajak tentang keagungan

cinta. Mak, telah berton-ton ajaran

tersimpan di jiwa belum juga dapat

menyiram wangi seulanga ke dadamu

(aku ziarahi kuburmu dalam mimpi panjang)


Solo, 2006

More aboutPOTRET DIRI

ACEH 6

Diposting oleh Unknown on Minggu, 17 November 2013



kampung-kampung

masih terkepung sepi. Gerimis

memasuki rumah tanpa salam.

Solo, 2006

More aboutACEH 6

ACEH 5

Diposting oleh Unknown



masa depan di sini

adalah masa depan air mata-darah-kematian

tumpah-rebah tanah tumpah darah. Darah

tumpah di tanah airku meninggalkan lebam

membekas di jiwa sepanjang masa. Aku

catat setiap sengketa sambil sempurnakan sabit

jadi purnama.

Solo, 2005

More aboutACEH 5

ACEH 4

Diposting oleh Unknown




titip sekian rindu. Siapa melewati

Seulawah masihkah bilik para datu

mengalirkan air kasih-Nya. Leluhur

membasuh dada bujang agar mampu menjalani

kerasnya hidup. Anak sampan belum siap

memutar haluan walau zikir sebaya sesekali

terdengar sayub. Biarkan dulu aku di sini menjaring

mimpi-mimpi yang pasti-bawa pulang buat anak

istri. Pergi ditepungtawari datu dengan doa-pulang

memandang luka memborok dalam kalbu.

Padang-Solo, 2005

More aboutACEH 4

ACEH 3

Diposting oleh Unknown



hidup berbatas cahaya matahari. Malam

bukan lagi milik bersama-tak ada lagi

perempuan-perempuan menangkap belalang

di sawah dan tegalan dengan lampu minyak

kelap-kelip buat lauk besok pagi-tak ada lagi

lelaki menikmati isapan rokok bersama dingin

malam sambil jongkok buang hajat di pinggir

kali. Tak ada lagi nyala petromaks di rumah

kematian mengumandangkan ayat pengantar kepergian

abadi. Orang-orang harus memilih keselamatan dengan diam.

Solo, 2005

More aboutACEH 3

ACEH 2

Diposting oleh Unknown


                                           -bagi penyair Maskirbi-Nurgani Asyik dan pelukis Versevenny.

luka membatu

hati berlagu

luka membiru

senyum membeku

kita bersulang menimang mimpi. Pagi

yang bening jadi kelam. Luka-duka

menari di samudera pikiran. Aku tatap kota

melesat dalam waktu berkalang maut

orang-orang menanggalkan hati

satu demi satu. Ini tubuh siapa punya

memanggil-manggil Tuhan di setiap

aliran nadi. Kami ini jiwa-hati mencatat

lara-tak bisa lari tak bisa sembunyi

orang-orang berkelahi bersama ombak

di kelap-kelip waktu. Orang-orang lalu-lalang diantara

aroma mayat-meski teramat pahit. Nafas

pesakitan tersirat di wajah penderitaan. Aku

tabur bunga di pusara bernama Aceh

(kapan usai hikayat bertopeng ini, duhai!).




luka membatu

hati berlagu

luka membiru

senyum membeku

kita bersulang menimang mimpi. Pagi

yang bening jadi kelam. Gundah-gelisah-sakit

pilu menyatu dalam bingkai cinta-lara

telah aku kecup getir di kamar rahasia

menghabiskan malam dalam senyum-beku

waktu mengirim setangkai kembang meraih

bulan-gerimis masih berkelahi di halaman

siapa diantara kita terluka-padamu

pahatkan resah. Kabut-angin-api-air

mempersiang diri dalam sepi

secangkir kesedihan terceruk belati

menggali terusan air mata dikedalaman

mata air kami. Seperti Tuhan pada

waktu subuh menabur gelombang

sembunyikan getir-cinta terbunuh

udara kelabu-aroma kematian terhidang

diperjamuan menyekap pikiran

erat berpangut-berapa harga

kelicikan

harus

kubeli

(aku beli keluh-kesah itu selipkan di kain kafanmu).






luka membatu

hati berlagu

luka membiru

senyum membeku

kita bersulang menimang mimpi. Sudah

waktunya kita pulang-entah bagaimana

menerjemahkan kesucian terhidang

lewat nikmatnya sakit. Sesakali aku pulang

menyaksikan bungong jeumpa patah

tunasnya. Hanya pada bayang bercerita;

Maskirbi-baru saja kita poh cakra di keude khupi tentang Aceh

agar menyelesaikan konflik dengan cinta-seni biar

tak ada yang mati sia-sia. Memahami

luka dengan kasih sayang bukan dendam. Nurgani Asyik

terakhir kali kita keliling Darussalam-Ulee Kareng serta minum

kopi di pantai Ulee Lhee sambil menikmati shanset turun

memeluk malam-tempat kita berkelahi pikiran. Versevenny

dimana kau simpan kanvasmu-melukiskan ini kalbu

terbelah. Selamat malam cinta-aku hanya mampu mengirim

doa jadikan tembang menemani perjalanan malammu. Di pusara

tujuh bidadari menanti-menabur wangi mawar antar ke pintu surga

(hari ini kita berkabung-di tegur Tuhan untuk kenali diri).

Aceh-Padangpanjang, 2005

More aboutACEH 2

ACEH 1

Diposting oleh Unknown



                                                  :bagi yang hilang-kehilangan

sekejab larut di lembah-bukit memanjang

jauh. Luka bersimaharaja di hati

membayang perjalanan masa silam

rindu belum lagi mau sembuh: gunongan *)

bukti cinta seorang hamba. Kherkhoef**)

lorong panjang catatan sejarah menari di pucuk

kenangan. Gerimis masih mengurung perjalanan.


sekejap larut di lembah-bukit memanjang

jauh. Di rantau aku tatap tubuhmu di lilit duka

api-angin-batu bersenggama pada dingin

gigil. Bunyi lesung bersorak-sorai dalam

hutan-asap menyesak-tingkah kaki terusik

gelisah. Sudah waktunya kita pulang

menata pekarangan rumah dengan cinta

kita harus menggantikan warna hitam

menjadi putih antar ke pintu surga

(mari jemput waktu lewat senyum di kening bulan).

Aceh-Padangpanjang, 2003-2005

Catatan: *) Gunongan: Taman yang di bangun Sultan Iskandar Muda, peresembahan

                     Untuk puteri Pahang.

                **) Kherkhoef: Perkuburan milik pemerintahan Kerajaan Belanda di Banda Aceh.
More aboutACEH 1

SENYUM BEKU

Diposting oleh Unknown



menghabiskan

malam dalam senyum-beku

waktu. Anak-anak belajar mengeja

cinta pada selembar daun-jadi cerita

di ruang pemikiran. Menjaring mimpi

bawa pulang

buat

anak

isteri

ah!

Banda Aceh, 2004

More aboutSENYUM BEKU

LUKA 2

Diposting oleh Unknown



merah

putih. Terkoyak api dendam.

Padang, 2003

More aboutLUKA 2

PENJARA

Diposting oleh Unknown



sejarah

mengajarkan kekerasan tak membawa

perdamaian. Rakyat terpenjara pertarungan

identitas. Di sini kebenaran sedang dipertaruhkan

ribuan cerita bertebaran-yang tersisa hanya doa.

Aceh, 2003

More aboutPENJARA

LAGU

Diposting oleh Unknown



selamat petang luka

belati menggali terusan air mata

dalam kedalaman mata-seperti Tuhan

pada waktu subuh. Sembunyikan mimpi.

Padang, 2005

More aboutLAGU

SAWAHLUNTO ERAT SEKEJAB

Diposting oleh Unknown



sekejab larut di lembah-bukit memanjang

jauh. Semakin remang sayap malam

seperti kembali ke masa lalu

warisan sejarah abadi terjaga di perut kota;

lubang tambang batu bara

arsitektur kuno bernilai sejarah

lorong panjang meninggalkan

catatan tradisi keragaman budaya

melahirkan jejak perjuangan

hidup kuli-kuli tambang-tragis

penuh tragedi. Mereka adalah pahlawan.


sekejab larut di gerbang kota

lembah-bukit erat menyambut memanjang

jauh. Lepas tak lepas menatap lekat wajah kota

membayang perjalanan masa silam

rindu belum lagi mau sembuh

menyaksikan peninggalan sejarah

kota tambang-memasuki masjid agung

bekas gudang mesiu. Patung pekerja saksi

bisu. Angin lembut semilir turun

menari-nari di atap rumah

mengantar ke pucuk kenangan.


sekejab larut di lereng lembah-bukit memanjang

jauh. Silungkang menebar senyum kepada

pendatang. Selamat datang cinta

di sini ada songket di tenun jemari lentik

rasa hendak berpeluk erat tak mau pergi

dekapkan aku wahai kota yang dikalungi kawat

berduri ditubuhnya sejak abad dua puluhan.


sekejab bersamamu-semakin remang sayab malam

menyapu kota mungil jiwa berganyut. Sayub

terdengar tembang ninabobok menidurkan buyung di halaman

harum bunga kopi mengantar mimpi ke pintu surga

lembah-bukit memanjang jauh-izinkan aku sebentar

di sini merubah sabit jadi purnama.

Sawahlunto, 2002

More aboutSAWAHLUNTO ERAT SEKEJAB

ASAP

Diposting oleh Unknown




debu

gelap menjemput kerinduan

sepanjang debaran rasa terkepung-terasing

asap kesepian.

Padang, 2002

More aboutASAP

PENGADUAN

Diposting oleh Unknown


merah

putih. Membagikan cinta dengan paksa

melahirkan sengketa. Orang-orang berdiang

pada bara-hujan tak mampu memadamkannya.



Padang, 2002
More aboutPENGADUAN

KAMAR

Diposting oleh Unknown



inilah panggung

menciptakan pertunjukan sesuka hati

mencari kesalahan-mempertontonkan

kekuatan jadi penguasa tragedi maha dasyat

(aktor di sini suka jahil-berjiwa kerdil).

Aceh, 2002

More aboutKAMAR

MENUAI API

Diposting oleh Unknown



memaknai kemerdekaan

gerimis mengurung rahasia mimpi

melahirkan derita jadikan tuba-sakit-pilu

menyayat ruang pemikiran-merubah peradaban

jangan pagari hati dengan perseteruan. Menuai

jembatan kasih sayang-meski datang malam

di jiwa. Aku tak tinggal diam

api sunyi-menyala menyilaukan mata. Kesetiaan

berkalang maut. Ini rumah kuberi nama cinta

baik dan buruk kutulis di kalbu.

Padang, 2001

More aboutMENUAI API

BUNGA API-BUNGA HUJAN

Diposting oleh Unknown



baju perang

semestinya kita rusaki

agar tak memukuli dada-kening

sendiri. Ganti dengan pakaian silaturrahmi

kembangkan sayab-sambut salam dalam genggaman

erat. Biar sirna api di ruang kepala

hujankan jiwa.

Padang, 2001

More aboutBUNGA API-BUNGA HUJAN

CERITA: TANAH AIR-TANAH MATA

Diposting oleh Unknown



kadangkala hidup gumaman gebalau

di malam sunyi. Ingin sekali aku

menguburkan diri di tanah tumpah darah

tersebab tumpah air mata darah di tanah airku

(belukar dan kemenyan tumbuh berbunga di pusara).

Aceh, 2001
More aboutCERITA: TANAH AIR-TANAH MATA

BUNG: MENGENANGMU GERIMIS TEMPIAS DI SAJADAH

Diposting oleh Unknown



membuka lembaran dua puluhan

tetes darah masih hangat mewarnai sejarah

dalam segala warna-cuaca, pemuda berdiri

paling depan. Dada belia terbakar

membakar semangat berkobar

mengobarkan api dua puluh-api dua delapan-api empat lima

tumbanglah tatanan usang renyuh-runtuh-rubuh

o, betapa engkau di sambut dentuman

yang bukan mercon. Mengikhlaskan kesempatan

menyandang titel hidup gemerlapan.


Bung: apakah arti kemewahan di atas penderitaan

apakah arti hidup-bila tak berarti sama saja mati

sebelum mati. Hidup berjaya atau mati sebagai

bunga bangsa dan agama.

Bung: telah kau titip bangsa dan negara ini

pada Soeharto; ia menggergaji bumi-bangun

istana pribadi tak mampu menerjemahkan peradaban.Bagi

Habibie; ia memberi ruang oportunis

untuk bermain-meruntuhkan kesatuan bangsa. Bersama

Gusdur; menyaksikan nusantara mengalirkan

darah dari saluran tak henti atasnama kekuasaan.  Tjoet Nyak Mega;

 mengumbar janji seperti biduan. Susilo Bambang Yudhoyono; menjual cinta
bersama romantika masa silam, sementara teroris mengerat negeri.




Bung! Bangsa yang besar

adalah bangsa yang pandai menghargai sejarah

tanpa pamrih-terlepas dari kurang dan lebih. Baca;

Aceh-Sriwijaya-Majapahit: Teuku Umar, Teungku Chik Di Tiro

Sisingamangaraja, Pangeran Diponegoro, Imam Bonjol, Patimura, Daoed Beureueh

Bung Karno, Hatta, Syahril, Hasan Tiro  dan sejarah yang hanya tercatat di kepala

betapa setiap jengkal tanah

adalah ajang juang

adalah makam pahlawan

bercermin kami berbuat

tak ada kata jera dalam perjuangan

(mengenangmu: pilu-luka-nyeri tumpah di sajadah).


Padang, 2004

More aboutBUNG: MENGENANGMU GERIMIS TEMPIAS DI SAJADAH

BUNGA API

Diposting oleh Unknown



jiwa tenanglah jiwa

sebentar kita berjaga-janganlah tidur; mari

berangkat ke negeri yang memperjualbelikan

maut; Maluku-Ambon-Irian atau Aceh. Ayo

lebih jauh lagi ke pedalaman Pidie agar tambah

jauh dari kehidupan

di sana perubahan terang dan gelap meniadakan

keragaman dari ketiadaan.


jiwa tenanglah jiwa

mari berbenah pulang

menemukan kilatan bunga api

dari neraka.

Padanpanjang, 2001

More aboutBUNGA API

PULANG

Diposting oleh Unknown



                                                                 -bagi penyair Mustafa Ismail

sudah waktunya kita pulang. Mengetuk

pintu menata pekarangan rumah dengan cinta

gerimis masih mengurung perjalanan.


sudah waktunya kita pulang. Mengusir

pipit sedang makan padi muda agar tak menghitung

nama-nama di koran pagi dalam warung kopi. Lalu

menggantikan dengan pertunjukan seudati selepas panen.


sudah waktunya kita pulang. Rakyat

di kampung menjawab keraguan sendirian. Kita

harus menggantikan warna hitam jadi putih antar ke pintu surga

(mari jemput waktu agar abadi segala kisah).
Padang, 2001
More aboutPULANG

REKOMENDASI

Diposting oleh Unknown



kulalui malam sejuta nikmat

ketika gerimis tempias ke sajadah. Mencair

juga sepi dipucuk rambut-bila gincu menggores

langit jatuhkan bulan bersanding di baris kening

membungkus luka dengan kertas baru. Kita

menulis kata demi kata diatasnya.


kulalui malam sejuta nikmat

dimatamu aku hanya sebiji kemiri. Mencari

catatan rekomendasi dari birokrasi matahari.

Padang, 2001

More aboutREKOMENDASI