SURAT BEKAS MAHASISWA KEPADA AKTIVIS MAHASISWA

Diposting oleh Unknown on Sabtu, 03 Desember 2011

antologi puisi ‘riwayat’ 19





SURAT BEKAS MAHASISWA KEPADA AKTIVIS MAHASISWA



-bagi aktivis mahasiswa UNSYIAH



inilah suratku

kukirim kepada yang mengaku aktivis

catatan pada selembar daun kering di tangan

kukirim juga kepada saudaraku yang tertindas peradaban

kota. Hingga bulan pecah berdarah

turun kepelukan bunda, matahari tersangkut di ujung

ketidakadilan.



inilah suratku

kukirim kepada yang mengaku aktivis

melantunkan nyanyian dan koor panjang tentang keadilan

katanya berani membela hak yang berhak. Membela orang-orang

terjajah. Kejujuran berdiri atas nama

keadilan.







inilah suratku

kukirim kepada yang mengaku aktivis

mari simak-nikmati manisnya gula-gula. Agar tak sakit

bila merasakan luka-kemarin ada yang di gusur;

di ganyang-di giring seperti kelinci dikeluarkan dari kandang

kemarin ada yang meratap-menangisi nasib tersebab tak tahu

kemana menggantungkan harap, maka:

jadilah langit sebagai atap

jadilah bumi sebagai lantai

jadilah gunung sebagai dinding

jadilah angin sebagai selimut

mengantar mimpi tidur malam.






inilah suratku

kukirim kepada yang mengaku aktivis

mana ceritamu beterbangan seperti burung walet

mengantar kedamaian. Mana ceritamu menembus awan

seperti anak panah melesat dari busur jatuhkan bintang-gemintang

menjanjikan seribu harap direlung nurani rakyat. Wahai

engkau yang mengaku aktivis

dipekarangan rumahmu ada seulanga mengharumkan seisi rumah

diberanda kau duduk menikmati sepotong kue dan segelas kopi

sementara dipelupuk mata-jerit tangis saudaramu bergelimang

bersama darah. Mereka tak lagi berumah-entah diselokan mana

merajut mimpi-terasing di tanah sendiri-hati tersayat

(Berapa harga kelicikan-kebiadabanmu dapat kubeli).





Banda Aceh/CeKa, 1989

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar