antologi puisi ‘riwayat’ 21
LEBARAN DI RANTAU
itu malam petasan dan mercon diledakkan
degup jantung melambai-lambai
mengikuti nyanyian takbir;
Allahuakbar
Allahuakbar
Allahuakbar walillahilhamdz.
ya Allah aku hilang di telan keramaian
satu-satu terbayang keluarga di kampung
bapak duduk bersimpuh sambil memilin rokok daun
ibu menyulam baju hadiah lebaran untuk cucu
Idah adikku manis menangis bila tak dibelikan sepatu
O, lebaran di rantau semakin kencang degup jantung
(kutumpahkan rindu ke laut sepi).
Banda Aceh, 1989
Sulaiman Juned
LEBARAN DI RANTAU
itu malam petasan dan mercon diledakkan
degup jantung melambai-lambai
mengikuti nyanyian takbir;
Allahuakbar
Allahuakbar
Allahuakbar walillahilhamdz.
ya Allah aku hilang di telan keramaian
satu-satu terbayang keluarga di kampung
bapak duduk bersimpuh sambil memilin rokok daun
ibu menyulam baju hadiah lebaran untuk cucu
Idah adikku manis menangis bila tak dibelikan sepatu
O, lebaran di rantau semakin kencang degup jantung
(kutumpahkan rindu ke laut sepi).
Banda Aceh, 1989
Sulaiman Juned
{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar