SETETES RINDU

Diposting oleh Unknown on Sabtu, 03 Desember 2011

antologi puisi ‘riwayat’ 17







SETETES RINDU



ranting cemara bergerak

melantunkan syair kerinduan

rindu kian terpendam

pada akar menghitam. Senja itu

ranting cemara menggeliat

membenam diri berpaut. Ombak

bercumbu seperti dulu masih

membawa malam. Suluh itu tak

datang lagi, wahai!



Sarah-Aceh, 1989





















































Sulaiman Juned

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar