antologi puisi ‘riwayat’ 5
MENGHITUNG
berulang kali menghitung
malam-pekat. Menusuk-nusuk
jiwa. Mengalir dendam
di kalbu-coba berkiblat memberi
arti. Belum juga sampai pada makna
hakiki-kapan langkah tua pecah
berdarah
mati.
Banda Aceh, 1988
MENGHITUNG
berulang kali menghitung
malam-pekat. Menusuk-nusuk
jiwa. Mengalir dendam
di kalbu-coba berkiblat memberi
arti. Belum juga sampai pada makna
hakiki-kapan langkah tua pecah
berdarah
mati.
Banda Aceh, 1988
Sulaiman Juned
{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar