IKRAR PARA PENGANGGUR

Diposting oleh Unknown on Sabtu, 03 Desember 2011

antologi puisi ‘riwayat’ 18





IKRAR PARA PENGANGGUR



lepaskan belenggu pengangguran

menjerat jiwa semakin parah

melahirkan wajah-wajah kepalsuan

pembawa wabah penyakit menular.



kami dari sekian penganggur

kumpulan rakyat jelata terbuang

tersisih dalam kemelut zaman

dininabobokkan janji-janji semu

terombang-ambing masa menikam.



kami selaksa penganggur

terdampar diemper-emper pertokoan

terkurung dalam tong-tong sampah

terkuliti kancah debu nista

membawa rasa kadangkala dosa.



kami sah-sah saja disebut gelandangan

penganggur tak beratap-tak bertepi

tak hendak berpacu dalam penyelewengan

kami ikhlas saja dicap-cip-copkan

dengan nama orang-orang tak berguna

tapi;

bila kebenaran kami dapatkan, kenyanglah kami

bila kebenaran diselewengkan, laparlah kami

o, terkutuklah kau jahanam

yang membuat tangan pendek menjadi panjang

yang membuat air mata membasahi jalan berliku

yang membuat lorong putih menjadi hitam

yang membuat hati nurani menjadi iri

yang membuat surga jadi neraka

yang menghadirkan berjuta-juta nafas kepalsuan

“lepaskan belenggu pengangguran”

Itulah ikrar kami.



(Jakarta-Banda Aceh, 1989)
Sulaiman Juned

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar