antologi puisi ‘riwayat’ 4
PEREMPUAN SETENGAH BAYA
perempuan setengah baya
menenteng keranjang, berbaju kumal
tersaruk-saruk di terminal
jemari kerut dan gemetar.
perempuan setengah baya
menenteng keranjang berbaju kumal
berlaksa kepedihan terukir di raut wajah
penderitaannya-derita dari sepotong kalbu
terkurung penjara kepapaan.
perempuan setengah baya
menenteng keranjang berbaju kumal
lukanya-luka perempuan desa
yang memecah tabir kepalsuan dunia
terkuliti kancah debu nista. Tersenyumlah
rembulan setia memberi secarik sinar
suatu ketika.
(Antara Lampung-Jakarta, 1987)
PEREMPUAN SETENGAH BAYA
perempuan setengah baya
menenteng keranjang, berbaju kumal
tersaruk-saruk di terminal
jemari kerut dan gemetar.
perempuan setengah baya
menenteng keranjang berbaju kumal
berlaksa kepedihan terukir di raut wajah
penderitaannya-derita dari sepotong kalbu
terkurung penjara kepapaan.
perempuan setengah baya
menenteng keranjang berbaju kumal
lukanya-luka perempuan desa
yang memecah tabir kepalsuan dunia
terkuliti kancah debu nista. Tersenyumlah
rembulan setia memberi secarik sinar
suatu ketika.
(Antara Lampung-Jakarta, 1987)
{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar