MENJEMPUT

Diposting oleh Unknown on Sabtu, 03 Desember 2011

antologi puisi ‘riwayat’ 26







MENJEMPUT



ini laut tak bertepi

entah angin apa- riak apa-ombak apa

tak kuketahui. Semua hilang ingatku

yang ada melambai-lambai dari jauh

sebuah angin-sejentik rasa-segumpal rindu

dari jauh memandang jauh mendekat segala hati

itu laut terarungi lewat badai jemput amukan kalbu.



Banda Aceh, 1990















































Sulaiman Juned

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar