SEMALAM DI PULAU KAPOK

Diposting oleh Unknown on Sabtu, 03 Desember 2011

antologi puisi ‘riwayat’ 9



SEMALAM DI PULAU KAPOK



I

angin-petir-hujan menemani

gigil. Menggigit bibir

jasad basah-tetap membimbing

menuntun renungan.



II

hujan belum reda

dingin menyucuk tulang

tak ada yang beranjak dari renungan malam

walau diri tak kuasa melangkah

seutas senyum tersungging

gelora jiwa menyatu. Di sini

aku mengenal diri begitu kecil dihadapan-Mu

Tuhan.



III

kabut membias turun di pasir putih

ombak bergulung bercumbu mesra

ada yang tertinggal di dalam jiwa

di tungku perapian segala tertumpah

kasih adalah indah-cinta adalah anugerah

(peliharalah setali kasih kita).



Lhoknga, 1989

























Sulaiman Juned

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar