tersesat
dalam meriahnya kotamu Jakarta
matahari membakar ubun-ubun
bulan menari-nari di atas kepala
semuanya diatasnamakan angka
O, Allah di sini banyak kemudi patah
terombang-ambing di lautan pencaharian.
Jakarta, 1993
matahari membakar ubun-ubun
bulan menari-nari di atas kepala
semuanya diatasnamakan angka
O, Allah di sini banyak kemudi patah
terombang-ambing di lautan pencaharian.
Jakarta, 1993
{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar